Minggu, 15 September 2013

Penilaian kami | Tone Production

Pengaruh Tontonan yang Memprihatinkan di Bangsa ini

Adalah "konsen" kami untuk bisa dapat terus Mempersembahkan tontonan yang menghibur sekaligus mendidik, karena dengan kerinduan ini lah kami Tone Production lahir di bumi Indonesia tercinta ini. Terutama untuk bisa menyadarkan generasi muda Indonesia akan berbagai macam hal negative karena pengaruh dari kemasan tontonan dan idola yang merusak moral dan karakter , karena mereka adalah penerus berdirinya bangsa ini menjadi berkarakter di mata dunia.
Keyakinan kami bahwa seperti apa Bangsa kita suatu hari nanti adalah tergantung dari generasi muda hari ini. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang terbentuk dari generasi muda yang bermoral dan berkarakter.
Ketika melihat kondisi anak-anak  Bangsa kita hari ini, sepertinya kita sudah bisa menebak akan seperti apa jadinya bangsa kita suatu hari nanti.
Pesimis, bisa dikatakan ya, walau tidak kami pungkiri bahwa kami masih menyimpan optimisme yang Besar, untuk adanya perubahan secara moral, nurani dan pendidikan. Sekalipun harus “Berperang” melawan bebagai macam pengaruh negative di sekitar kita hari ini lewat berbagai media dan juga kemasan-kemasan tontonan yang kadang negative dan tak pantas untuk di tonton hanya karena trend, idola dan popularitas semata. Hal itu di perparah lagi oleh kemerosotan moral segelintir orang atau kelompok  dan pemimpin- pemimpin bangsa ini yang terus menerus menebarkan ketidak panutan lewat aksi mereka yang jelas-jelas melanggar  aturan dan hukum di Negeri  ini.
Kami terbeban bagaimana caranya bisa memberikan “Sedikit” pengaruh lewat Kemasan tontonan yang Menghibur dan Mendidik. Keprihatinan terbesar kami adalah ketika melihat keegoisan dan keserakahan segelintir orang dan kelompok yang mengakibatkan keterpurukan secara ekonomi dan moral pada kelompok yang tidak mampu lain dalam bangsa ini yang nota bene adalh bangsa yang kaya raya.
Ketidak seimbangan ekonomi, pendidikan dan hak, menjadi tembok pemisah ketika si kaya mengeyam pendidikan di gedung mewah dengan fasilitas yang canggih, sementara si miskin, bahkan bangku dan meja untuk belajar pun susah, kondisi ini ditambah lagi dengan gedung yang bertatap alang-alang atau yang sudah sangat berumur sehingga hujan akan kehujanan dan panas akan kepanasan. Hal-hal dan isu-isu sensitive ini yang terabaikan oleh pemerintah, tidak heran jika ini adalah pemicu timbulnya kecemburuan dan kebencian antara kelompok yang mampu dan yang tidak mampu. Semua kondisi ini diperburuk lagi oleh keluarga yang terbengkalai disebabkan perceraian, anak yang lahir di luar nikah dan terabaikan, membuat anak-anak harus menghadapi dunia dengan cara yang ia temui, Perjuangan-perjuangan yang keras ini yang akhirnya membentuk karakter-karakter yang tidak biasa. Secara umum banyak yang akhirnya muncul menjadi figur-figur yang hebat dan mengispirasi tetapi juga banyak di luar sana yang akhirnya harus terus begumul dengan kondisi-kondisi yang memprihatinkan karena terbentuknya paradignma kebencian dan ketidaksukaan pada kelompok lain yang mamu, maju dan sukses.
Sejenak kita berpikir, kondisi yang sudah Rentan seperti ini di dalam bangsa ini, hari ini kita seperti dipaksa untuk menikmati bebagai macam kemasan tontonan yang tidak mendidik dari luar Negeri  atupun dalam Negeri dari berbagai macam media secara langsung ataupun tidak langsung yang  kadang memprovokasi dan memihak ataupun membenarkan sikap dan pemahaman-pemahaman tertentu. Kecanggihan-kecanggihan teknologi  menyerang kita yang sebenarnya belum siap betul secara mental dan moral karena kondisi-kondisi di atas yang tidak terbenahi atau terselesaikan dengan benar. Pengaruh-pengaruh itu hari ini menembus perbedaan di atas dan bahkan sampai ke pelosok-pelosok yang termiskin di Negeri ini, jangan heran jika kita menemui banyak generasi muda di daerah-daerah terpencil yang bahkan sudah tidak tau atau mengerti budaya dan adat daerahnya bahkan sampai bahasa ibu pun tidak menjadi favorit lagi. Ada positif nilai dan membantu, tetapi negative karena idola dan pengaguman yang berlebihan karena kemasan tontonan-tontonan itu adalah masalahnya, membawa mereka ke alam khayalan yang di cipta orang dibandingkan  budaya tempat mereka berasal. Pengaruh-pengaruh itu merasuk ke dalam hati dan pikir mereka seakan memaksa mereka untuk tidak menjadi diri mereka sendiri dan menjadi seperti idola mereka, ini yang salah. Karena ini seringkali menjadi pemberontakan secara karakter dan pengabaian nilai-nilai moral yang benar yang kita anut dan yang lahir bersama  Negeri ini seperti Kebersamaan dan keluarga, menghargai dan menghormati tanpa batas atau siapa dia.
Hari ini, tidak bisa dipungkiri, hiburan dalam bermacam jenis kemasan tontonan, lirik-lirik lagu yang memberontak, di dengar dan dinikmati bebas mengabaikan pantas umur untuk kondisi-kondisi yang dibuat secara imajinatif oleh penulis lagu atau pelaku seni tertentu sampai pada pertunjukan langsung, memaksakan anak-anak menikmati tontonan yang tidak mendidik. Pengaruh-pengaruh negatif ini lebih cepat merasuk ke dalam hati dan pikir mereka di banding nilai-nilai benar yang menurut mereka, kemasannya tidak manarik, tertinggal atau tidak sesuai dengan jamannya, ini yang memprihatinkan.
Kerinduan kami adalah untuk dapat mengemas dan mempersembahkan tontonan yang benar dalam kemasan yang menarik, menghibur dan mendidik juga, karena kami sadar bahwa, Musik dengan bermacam kemasan tontonannya adalah pengaruh yang sangat kuat, dapat menyentuh ke dalam hati dan jiwa penikmat dan pendengarnya, sehingga dapat merubah dan mempengaruhi hati dan pikir manusia itu sendiri.
 Musik, lirik lagu adalah penjelajahan secara imajinasi yang tertuang dalam lirik atau kata yang menjadi kalimat cerita oleh penulis dan pembuat msik dan lagu itu sendiri, baik yang positif : mendidik, memotivasi, menuntun, mengispirasi dan mengingatkan atau yang sebaliknya negative : keputusasaan, pemberontakan, ketidaksopanan, kebencian dan hawa nafsu. Yang negative ini kadang menjadi pengaruh yang cepat merasuk ke dalam hati dan pikir bahkan sampai menjadi trend karena idola dan pengaguman yang berlebihan kepada tokoh atau pelaku seni tertentu.
Kondisi ini bisa kita lihat hari ini, bagaimana pengaruh-pengaruh dari dunia Musik, hiburan dan kemasan-kemasan tontonan langsung lainnya, seolah menghipnotis penikmat musik itu dan merubah pola hidup, trend dan kadang  secara ekstrim penikmat itu bahkan ingin menjadi seperti idolanya  itu sendiri.
Kondisi-kondisi ini yang selalu perhatian dan keprihatinan kami untuk mampu dan bisa mengemas tontonan yang menghibur, benar dan mendidik, tentunya dengan Lagu-lagu dan pelaku seni, tokoh-tokoh dengan ide yang memotivasi dan mengispirasi.


Salam Tone


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar